Tiap manusia
memiliki tipe kepribadian yang berbeda, dan setiap tipe kepribadian memiliki
prioritas yang berbeda pula, baik dalam bertindak, berinteraksi, maupun
bereaksi terhadap orang lain. Karena adanya perbedaan inilah, maka para
pengawas satuan pendidikan perlu memiliki bekal untuk mengenali berbagai
karakteristik kepribadian, baik karakteristik kepribadian dirinya sendiri
maupun orang lain, sehingga bisa menjalin hubungan dengan baik untuk bisa
mencapai tujuan yang diharapkan.
A. Tipe-tipe Kepribadian
Menurut
William Marston, tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan
observasi terhadap pola perilaku yang
ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant,
inspiring, supportive, dan cautious. Tiap tipe kepribadian tersebut menggambarkan
paduan dari dimensi gaya hubungan dengan orang lain, yaitu peramah (outgoing)
atau pendiam (reserved) dan dimensi prioritas, yaitu berorientasi
terhadap tugas (task-oriented) atau berorientasi terhadap orang (people-oriented).
Hal ini divisualisasikan dalam gambar 2.1. di bawah ini:
![]() |
Gambar: Paduan Gaya Hubungan yang Menunjukkan Tipe Kepribadian |
§ Tipe D (Dominant)
merupakan perpaduan Outgoing dan Task-oriented.
§ Tipe I (Inspiring)
merupakan perpaduan Outgoing dan People-oriented
§ Tipe S (Supportive)
merupakan perpaduan Reserved dan People-oriented
§ Tipe C (Cautious)
merupakan perpaduan Reserved dan Task-oriented
Rincian
karakteristik dari tiap-tiap tipe kepribadian tersebut adalah sebagai berikut:
A.
TIPE “DOMINANT”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Dominan (dominant),
pengatur (direct), penuntut/banyak permintaan (demanding),
tegas (decisive), tekun (determined), pelaku (doer)
|
Mind-set
|
Lakukan!
Wujudkan! Raih kemenangan! Hasil!
|
Hal yang disukai
|
Kegiatan,
Kompetisi, Kerja keras, Melakukan sesuatu, Tantangan, Mendapatkan hasil,
Menjadi pimpinan, Menyelesaikan tugas-tugas
|
Mereka adalah orang yang
|
Goal-oriented,
tidak mudah puas, percaya diri, tabah, tekun, menyadari pentingnya prestasi
|
Dimotivasi oleh
|
Tantangan,
pilihan, pengendalian
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Kebebasan,
kewenangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang
|
Gaya komunikasi
|
Komunikasi
lugas/terus terang
|
Kelemahan
|
Kurang sensitif
terhadap orang lain, kurang bisa santai, kurang sabar.
|
B.
TIPE “INSPIRING”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Bersemangat (inspiring),
berpengaruh (influencing), penting (important), interaktif (interactive),
mengesankan (impressive), berminat pada hubungan dengan orang lain (interrested
in people)
|
Mind-set
|
Jadi bintang
pertunjukan; bersenang-senang dan
gembira!
|
Hal yang disukai
|
Mempengaruhi
orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang tertawa, melakukan banyak
hal/kegiatan, berbincang-bincang dengan orang lain, prestise, dipandang
penting.
|
Mereka adalah orang yang
|
Banyak bicara,
pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung membesar-besarkan, mudah
gembira, senang menonton.
|
Dimotivasi oleh
|
Penghargaan,
persetujuan, popularitas
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Prestise,
hubungan persahabatan, kesempatan untuk mempengaruhi orang lain, Kesempatan
untuk mengilhami orang lain, kesempatan untuk mengemukakan ide.
|
Gaya komunikasi
|
Bersahabat dan
komunikasi informal
|
Kelemahan
|
Kurang bisa
mengelola waktu, kurang realistis, kurang mendengarkan orang lain, kurang
memperhatikan penyelesaian tugas
|
C.
TIPE “SUPPORTIVE”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Pendukung (supportive),
kokoh (steady), tabah/teguh hati (stable), ramah (sweet),
peka (sensitive), sentimentil (sentimental)
|
Mind-set
|
Netral.
Bergaullah dengan semua orang. Tidak ada konflik.
|
Hal yang disukai
|
Perdamaian,
harmoni, ketenteraman hati, kelompok persahabatan, kerja tim, menolong orang
lain, kerjasama.
|
Mereka adalah orang yang
|
Beorientasi
kelompok (team-oriented), bersahabat, kooperatif, teman setia, peka
terhadap kebutuhan orang lain, mau memahami dan menerima orang lain
|
Dimotivasi oleh
|
Keamanan,
penghargaan, kepastian/jaminan (Assurance)
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Wilayah khusus (specialization),
identifikasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan, situasi yang stabil,
lingkungan yang konsisten
|
Gaya komunikasi
|
Komunikasi yag
hangat, terbuka, tulus.
|
Kelemahan
|
Sulit bila harus
menghadapi perubahan, tidak mampu mengatakan “Tidak”, sulit bertindak
bebas/independen
|
D.
TIPE “CAUTIOUS”
|
|
Kata-kata penjelas
|
Hati-hati (cautious),
penuh perhitungan (calculating), mampu (competent), konsisten (consistent),
pemikir (contemplative), teliti (careful)
|
Mind-set
|
Kerjakan sesuatu
dengan benar dan sempurna. Apa rencananya? Sudahkah mempertimbangkan segala
sesuatunya? Apa tujuan sesungguhnya? Mengapa?
|
Hal yang disukai
|
Konsistensi,
kerja hebat, mengerjakan dengan tepat, informasi/data, nilai (value),
kualitas, segala sesuatu berjalan dengan benar, ada perencanaan, prosedur,
kejujuran.
|
Mereka adalah orang yang
|
Berorientasi
pada prosedur (procedure-oriented), mengabdikan diri pada tugas,
terfokus pada detail, logis, akurat, menaruh rasa hormat (respectful)
|
Dimotivasi oleh
|
Jawaban
berkualitas, keunggulan, nilai (value)
|
Lingkungan yang dibutuhkan
|
Tugas yang
ditentukan dengan jelas, sumber daya dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan
tugas, bebas untuk mengajukan pertanyaan, resiko terbatas, tugas yang
membutuhkan perencanaan dan ketepatan
|
Gaya komunikasi
|
Komunikasi yang
logis, tepat, dan detail.
|
Kelemahan
|
Analisis
berlebihan (over-analizyng), kurang mampu menepati deadline,
perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan, kurang memperhatikan
pentingnya perasaan orang lain.
|
B. Cara Membina Hubungan Yang
Lebih Baik
Bila
sudah mengenali tipe kepribadian diri sendiri, kita bisa mencoba untuk mengenali tipe kepribadian
para kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya. Dengan demikian, kita akan
bisa menentukan bagaimana cara berinteraksi yang lebih baik dengan mereka. Hal
ini akan memudahkan kita dalam menjalankan tugas sebagai pengawas satuan
pendidikan. Agar mudah dalam berinteraksi dengan para kepala sekolah, guru, dan
staf sekolah lainnya, marilah kita pahami Pedoman untuk menjalin hubungan yang
lebih baik berdasarkan tipe kepribadian orang yang berinteraksi.
Pedoman Untuk Membina Hubungan Yang Lebih Baik
A. TIPE “DOMINANT”
|
|
Berhubungan dengan orang
yang memiliki tipe
|
Keuntungan, Kesulitan, dan
Strategi Hubungan
|
Dominant
(D)
|
Keuntungan :
Cita-cita, kebanggaan, dan keinginan
untuk mencapai tujuan akan menjadi sangat positif dan saling menguatkan
|
Kesulitan :
Kekuatan untuk saling bersaing
merupakan tantangan yang sangat besar. Kita maupun orang ini sama-sama tidak
mau mundur atau menyerah atau berkompromi.
|
|
Strategi :
Jangan memaksakan persoalan. Biarkan
orang ini memiliki beberapa pilihan, pengendalian, dan kewenangan. Jangan
beradu argumen atau memberikan ultimatum. Arahkan pada pekerjaan (business)
|
|
Inspiring
(I)
|
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini adalah
orang-orang yang bergerak cepat. Orang ini ingin menyenangkan kita dan
mengikuti kepemimpinan kita.
|
Kesulitan :
Kita yang terfokus pada penyelesaian
tugas bisa bertentangan dengan orang ini, yang ingin bersenang-senang dan
berprinsip “biarkan hidup berjalan apa adanya”. Orang ini tidak mampu
mendukung kita dalam penyelesaian tugas. Orang ini lebih terfokus pada orang
daripada tugas.
|
|
Strategi :
Sadarilah bahwa orang ini tidak
biasa terfokus pada satu hal, melainkan pada banyak hal. Bantulah orang ini (Inspiring
people) dalam menyelesaikan tugas dengan cara BEKERJA BERSAMANYA. Jadikan
segala sesuatu MENYENANGKAN. Biarkan ia berbicara dan bersosialisasi. Kita
harus berlega hati mengekspresikan persetujuan kita kepadanya. Terimalah
ekspresi emosi/ perasaannya.
|
|
Supportive
(S)
|
Keuntungan :
Kita senang memimpin, dan orang ini
senang mengikuti dan menolong. Orang yang supportive akan merasa aman
selama kita menampilkan perilaku yang terkendali dan stabil.
|
Kesulitan :
Jika kita terlalu keras, orang ini
akan merasa terintimidasi dan menganggapnya sebagai persoalan pribadi. Kita
bisa salah paham, menganggap kelembutan hatinya sebagai “lemah”, Hal ini bisa
menyakiti hatinya dan ia merasa ditolak. Jangan lupa bahwa ia adalah seorang
yang people-oriented dan ia cenderung “bergerak lambat”
|
|
Strategi :
Sabarlah. Uraikanlah segala sesuatu
secara rinci dan tahap demi tahap dalam menyelesaikan tugas. Komunikasikan
hal ini dengan tenang dan cara yang
lembut. Rileks, jangan menekan. Sering-seringlah mengekspresikan penghargaan.
Jangan lupa pula untuk bersikap tulus.
|
|
Cautious
(C)
|
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini terfokus
pada tugas dan senang bekerja secara independen. Dengan perhatian orang ini
pada detail, kita dapat menyelesaikan banyak tugas bersama-sama.
|
Kesulitan :
Kita cenderung bergerak cepat
sedangkan orang ini sangat banyak pertimbangan. Kita ingin segala sesuatu
dikerjakan sekarang, sedangkan orang ini ingin segala sesuatu dikerjakan
dengan benar. Keinginan kita untuk mengendalikan sesuatu bisa jadi membuatnya
merasa kecil hati karena orang ini tidak tahan dengan tekanan.
|
|
Strategi :
Jangan tergesa-gesa atau menekan
orang ini. Juga jangan mengkritiknya. Sabarlah, dan berilah ia waktu untuk
membuat keputusan. Relakan hati kita menjawab pertanyaan-pertanyaannya dan
menjawabnya dengan cara sopan. Jangan berharap bahwa orang ini mau mengambil
resiko seperti kita.
|
|
HAL YANG PERLU
DIINGAT OLEH TIPE DOMINANT:
Setiap orang itu penting. Janganlah
terlalu menekan orang lain. Biarkan mereka bekerja sesuai dengan
kecepatannya.
|
B. TIPE “INSPIRING”
|
|
Berhubungan dengan orang
yang memiliki tipe
|
Keuntungan, Kesulitan, dan
Strategi Hubungan
|
Dominant
(D)
|
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini sama-sama
ramah dan didorong oleh kegiatan, serta senang dengan kemenangan. Kita boleh
merasa bangga dengan kekuatan dan prestasi orang ini.
|
Kesulitan :
Kita mungkin melihat orang ini
terlalu mengendalikan, sementara kita seorang yang permisif. Kita lebih
sosial, sedangkan orang ini lebih mengutamakan tugas
|
|
Strategi :
Harus kita pahami bahwa orang ini
berorientasi pada arah dan hasil. Jadi, kita juga harus mencoba lebih terarah
dan mencapai tujuan bersama-sama. Kita tak perlu takut dengan pertentangan,
dan jangan sampai menjadikan pertentangan itu sebagai masalah pribadi. Kita
harus mau bekerja dahulu, baru kemudian bersenang-senang.
|
|
Inspiring
(I)
|
Keuntungan :
Kita dan orang ini sama-sama orang
yang bersemangat dan menikmati kebersamaan dengan orang lain, suka
bersenang-senang, serta cenderung mudah memaafkan.
|
Kesulitan :
Baik kita maupun orang ini cenderung emosional dan mungkin saling
bersaing untuk mendapatkan perhatian. Selain itu juga impulsif, dan hal ini
merupakan tantangan bagi pelaksanaan tanggung jawab dan bertahannya
keteraturan.
|
|
Strategi :
Kita perlu ingat untuk mendengar
orang lain karena dia pun sama seperti kita, senang berbicara banyak. Pada
saat mengerjakan tugas penting, jagalah agar masing-masing tetap bertanggung
jawab dan jelas pula siapa bertanggung jawab tentang apa. Kita juga perlu
memberikan pengakuan yang tulus terhadap kemampuan, ide, dan kontribusi orang
ini.
|
|
Supportive
(S)
|
Keuntungan :
Kita dan orang ini adalah orang yang
people-oriented. Kita senang berbicara sedangkan orang ini senang
mendengarkan. Kita maupun orang ini cenderung untuk bisa bergaul dengan baik.
|
Kesulitan :
Sebagian besar tantangan berhubungan
dengan kecepatan. Kita senang segala sesuatu yang berjalan dengan cepat,
bersemangat, spontan, dan berenergi, sedagkan orang ini senang segala sesuatu
berjalan dengan tenang, perlahan, dan dapat diprediksikan.
|
|
Strategi :
Kita harus memperlambat pendekatan
kita dan menurunkan sedikit kobaran semangat kita. Kita juga harus tulus
dengan penghargaan dan pujian kita. Jangan sampai kita mempermalukan ia di
depan umum. Kita perlu memberikan waktu padanya untuk tertarik dan terbuka
pada kita.
|
|
Cautious
(C)
|
Keuntungan :
Kekuatan kita yang berlawanan dengan
orang ini merupakan penyeimbang yang baik bagi kelemahan masing-masing. Kita
bisa belajar dari sifat analitis orang ini, sedangkan orang ini bisa belajar
untuk tidak terlalu serius dalam menghadapi segala hal serta belajar untuk
lebih menikmati kesenangan.
|
Kesulitan :
Perbedaan di antara kita dengan
orang ini bisa menimbulkan salah pengertian. Kita senang berbicara dan
bersama orang lain, sedangkan orang ini lebih menyukai saat-saat bersendiri.
|
|
Strategi :
Kita harus menurunkanlah reaksi
emosional kita, mencoba untuk lebih memperhatikan fakta-fakta dan objektif,
khususnya dalam menghadapi konflik. Jangan sampai kita menyuruh dan mendesak
orang ini untuk terburu-buru. Kita harus mencoba untuk spesifik dalam
berkomunikasi, dan meminta orang ini untuk berbicara dan melakukan segala
sesuatu secara harfiah.
|
|
HAL YANG
PERLU DIINGAT OLEH TIPE INSPIRING:
Belajar itu penting. Tugas harus
diselesaikan. Tetaplah fokus.
|
C. TIPE “SUPPORTIVE”
|
|
Berhubungan dengan orang
yang memiliki tipe
|
Keuntungan, Kesulitan, dan
Strategi Hubungan
|
Dominant
(D)
|
Keuntungan :
Kita adalah seorang pendukung dan
pemberi semangat yang hebat bagi orang ini, orang yang selalu berusaha untuk
meraih prestasi dan menggunakan kepemimpinan.
|
Kesulitan :
Orang ini bisa membuat kita
kelelahan dengan tindakannya yang selalu mengendalikan dan meminta
pelaksanaan tugas segera. Kita senang rileks dan “bergerak” perlahan, tapi
orang ini melakukan segala sesuatu seolah-olah dalam keadaan mendesak. Kita
bisa jadi stres, sementara orang ini bisa jadi tidak sabar.
|
|
Strategi :
Jangan menganggap sebagai masalah pribadi
bila orang ini mengambil tindakan tanpa kita. Cobalah lebih tabah dan
result-oriented dengan orang ini. Coba pula untuk lebih terarah, tegas, dan
berorientasi tindakan bila bekerja sama dengan orang ini.
|
|
Inspiring
(I)
|
Keuntungan :
Kita maupun orang ini cenderung
untuk bisa bergaul dengan baik karena sama-sama people-oriented, dan saling
memberikan pujian dan penghargaan yang dibutuhkan untuk merasa nyaman tentang
diri sendiri.
|
Kesulitan :
Kesulitan terbesar adalah dalam
menjaga “kecepatan” orang ini. Orang ini menyukai semangat dan kegiatan,
sedangkan kita lebih tenang dan lambat. Orang ini memiliki lingkup sosial
yang besar, dan kita merasa kewalahan dibuatnya.
|
|
Strategi :
Kita perlu mencoba lebih
ramah/bersahabat dan enerjik dengan orang ini. Orang ini sangat impulsif.
Kita harus berhati-hati untuk tidak membiarkan orang ini menyuruh kita
melakukan sesuatu. Buatlah beberapa batasan, dan jangan merasa tertekan
dengan energinya. Harus kita sadari bahwa ia orang yang bergaul dalam lingkup
sosial yang besar, sehingga kita tidak perlu menganggap sebagai masalah
pribadi bila perhatiannya pada kita hanya sedikit.
|
|
Supportive
(S)
|
Keuntungan :
Kita maupun orang ini sudah biasa
dan menikmati kebersamaan dengan orang lain, menyukai keadaan rileks dan
suasana yang pribadi.
|
Kesulitan :
Tantangan terbesar adalah dalam hal
komunikasi. Baik kita maupun orang ini saling berbicara tidak secara langsung
dan tidak secara tegas mengatakan apa
yang kita masing-masing inginkan. Kita maupun orang ini sama-sama tidak
senang membuat keputusan yang sulit. Kita maupun orang ini tidak menyukai
konflik atau ketegangan, sehingga menghindari membicarakan isu-isu yang tidak
menyenangkan.
|
|
Strategi :
Yang perlu kita lakukan adalah
mencoba untuk lebih mengambil inisiatif dan ketegasan, menyadari bahwa
beberapa konflik dan perubahan itu sehat, mencobal untuk memahami bagaimana
orang lain merasa, dan mencoba untuk jujur menyatakan perasaan kita. Jangan
sampai kita menyembunyikan perasaan tersakiti. Kita juga sebaiknya
mendiskusikan berbagai isu dan perasaan.
|
|
Cautious
(C)
|
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini sama-sama
“bergerak lambat”, tak ada yang terdorong untuk tergesa-gesa, dan lebih suka
menghindari konflik. Kita dan orang ini bisa menikmati kebersamaan tanpa
banyak percakapan.
|
Kesulitan :
Kita cenderung sensitif, sedangkan
orang ini cenderung kritis. Sifat feeling-oriented kita bisa
bertentangan dengan sifat logic-oriented orang ini. Kita ingin
hubungan yang hangat, namun orang ini lebih “dingin”.
|
|
Strategi :
Jangan sampai kita menjadikan pertanyaan dan kritik orang ini sebagai
masalah pribadi. Orang ini senang berpikir secara mendalam dan menganalisis
segala sesuatu. Kita harus mencoba untuk memberikan jawaban yang mendalam
pula. Jangan memaksakan orang ini kedalam ketertutupan. Sadarilah bahwa orang
ini lebih task-oriented daripada
people-oriented, sehingga ia tidak akan sehangat atau sesensitif kita.
|
|
HAL YANG
PERLU DIINGAT OLEH TIPE SUPPORTIVE:
Tak masalah untuk mengatakan
“Tidak”. Yakinlah dengan keputusan kita. Cobalah lebih percaya diri.
|
D. TIPE “CAUTIOUS”
|
|
Berhubungan dengan orang
yang memiliki tipe
|
Keuntungan, Kesulitan, dan
Strategi Hubungan
|
Dominant
(D)
|
Keuntungan :
Kita dan orang ini memiliki
kecenderungan yang sama yaitu menyelesaikan tugas. Bila memiliki tujuan yang
sama, maka kita dan orang ini akan bisa menjadi tim yang efektif.
|
Kesulitan :
Kesulitan akan muncul bila kita dan
orang ini menggunakan pendekatan yang berbeda dalam penyelesaian tugas. Kita
ingin segala sesuatu berjalan dengan benar, sementara orang ini ingin segala
sesuatu berjalan dengan cepat, benar atau salah bukan masalah. Orang ini
beranggapan bahwa kita berlebihan dalam menganalisis sesuatu, sementara kita
mungkin menganggap orang ini terlalu gegabah.
|
|
Strategi :
Kita harus mau menerima kenyataan
bahwa orang ini perlu pengendalian dan kemampuan mengambil tindakan, serta membiarkannya
mengambil resiko. Kita tidak perlu mengkritik atau mengharapkan kesempurnaan,
tapi justru perlu menghargai dan dan menyokong penyelesaian tugasnya. Kita
perlu mencoba untuk melihat sudut pandangnya daripada memperdebatkan
pandangan kita.
|
|
Inspiring
(I)
|
Keuntungan :
Kekuatan kita maupun orang ini
saling menyeimbangkan. Kita butuh kesegaran dan kegembiraan orang ini,
sementara orang ini membutuhkan logika dan disiplin kita.
|
Kesulitan :
Karena kita berlawanan dalam
kepribadian, mungkin kita akan mengalami saat-saat sulit untuk saling
memahami. Kita mungkin tidak “nyambung” dengan sifatnya yang banyak bicara
dan ramah, sementara ia pun tidak “nyambung” dengan sifat kita yang analitis
dan hati-hati. Standar kita mungkin terlalu tinggi baginya. Kita mungkin
tidak secara spontan memberinya pujian yang sebenarnya menjadi pendorong
baginya untuk melakukan sesuatu.
|
|
Strategi :
Kita harus memodifikasi harapan kita
padanya. Kita harus menyadari bahwa orang ini tidak akan pernah memperhatikan
detail sebagaimana kita lakukan. Kita harus menemukan kekuatan orang ini, dan
jangan ragu untuk memberinya penghargaan dan persetujuan.
|
|
Supportive
(S)
|
Keuntungan :
Kita dan orang ini sama-sama
“bergerak lambat” dan menikmati hubungan yang bebas dari konflik.
|
Kesulitan :
Bisa jadi kita akan frustrasi saat
orang ini tidak mempertimbangkan cara yang kita lakukan atau tidak
menunjukkan semangat untuk merinci sesuatu. Orang ini feelings-oriented
sehingga mungkin saja kita dianggap dingin dan kaku.
|
|
Strategi :
Perlu kita sadari bahwa fokus kita
terhadap pengerjaan tugas dengan benar berlawanan dengan fokus orang ini pada
ketenangan dan keamanan dalam hubungan (relationship). Kita harus mencoba
untuk menjadi seseorang yang lebih hangat dan akrab dengan orang ini,
berhati-hati jangan sampai mengkritik, bahkan sebaliknya, memberikan
penghargaan tulus atas setiap usaha yang dilakukannya. Kita pun jangan
menetapkan standar yang terlalu tinggi, karena bisa jadi orang ini akan
merasa tidak mampu dan kemudian menyerah.
|
|
Cautious
(C)
|
Keuntungan :
Kita dan orang ini sama-sama pekerja
keras dan terfokus pada detail dan kualitas. Dalam pembicaraan, kita maupun
orang ini cenderung serius dan saling mengemukakan fakta.
|
Kesulitan :
Ada kesulitan bila kita dan orang
ini saling tidak menyetujui tentang apa yang benar. Salah satu dari kita atau
orang ini merasa “Benar”, tapi yang lain merasa “Lebih Benar”. Kita maupun
orang ini dapat dengan mudah menutup dan menarik diri, serta cenderung
“berperang “ dengan berkomunikasi secara tidak langsung.
|
|
Strategi :
Kita harus mencoba terbuka dan
fleksibel saat orang ini mengusulkan cara yang berbeda dalam melakukan
sesuatu, juga harus sangat berhati-hati dengan kritikan, karena kita tahu
bahwa kritikan terhadap pekerjaan kita merupakan hal yang sangat kita takuti.
Kita tidak boleh menentukan standar yang begitu tinggi sehingga orang lain
merasa tidak akan mampu mencapainya. Hal lain yang juga perlu dilakukan
adalah memilihlah kata-kata yang spesifik saat memberikan dorongan pada orang
ini dan mengatakan dengan jelas apa yang dilakukannya dengan benar dan
mengapa kita menyukai hal tersebut.
|
|
HAL YANG
PERLU DIINGAT OLEH TIPE CAUTIOUS:
Setiap orang itu penting. Ingatlah
bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Janganlah terlalu menganalisis
segala sesuatu.
|
0 Comments